Drama Musikal 'Bunga Terakhir Badai & Kasih' Digelar, Bantu Korban Lombok
![]() |
| Pemeran Drama Musikal Bunga Terakhir Badai & Kasih | AKURAT.CO/Rahma Maulidia |
Yayasan Perempuan Untuk Negeri (PUN) menggelar drama musikal berjudul Bunga Terakhir Badai & Kasih yang akan berlangsung di Ciputra Artpreneur Theater, Jakarta pada 20-21 Oktober 2018.
Pertunjukan drama musikal ini dihelat dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-9 Yayasan PUN. Dimana akan menampilkan Miller Khan, Yanti Airlangga, Niniek L. Karim, Marini SS, Tike Priatna, Aida Nurmala dan Widyawati Sophiaan.
Tak hanya itu, digelarnya drama musikal yang telah berlangsung untuk ketiga kalinya ini juga dalam rangka penggalangan dana untuk korban bencana alam di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Ini tujuan utamanya untuk charity ya, jadi sometimes kita berkarya menghibur orang and sometimes juga charity gitu, menghibur sambil amal. Jadi bener-bener kayak, i'm really happy gitu lho," ungkap Miller Khan dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (14/9).
Nantinya, hasil penjualan tiket dari drama musikal ini akan digunakan untuk membantu mendirikan sekolah di Lombok bagi anak-anak yang kurang beruntung. Seluruh hasil penjualan tiket akan didonasikan sepenuhnya kepada mereka.
Adapun cerita Bunga Terakhir Badai & Kasih sendiri bermula ketika Badai (Miller Khan) jatuh cinta kepada Kasih (Yanti Airlangga) di pandangan pertama dan mereka berkenalan di bukit tempat Kasih mendirikan sebuah taman baca. Kasih pun menerima ajakan Badai untuk melakukan perjalanan melihat tempat-tempat baru.
Badai, si manusia pejalan dan Kasih, perempuan yang sudah lebih dulu mengenal dunia melalui buku-buku yang ia baca. Perjalanan ke kota dan pantai membawa mereka bertemu manusia-manusia baru dengan segala permasalahan mereka. Mira dan Tirta yang sedang mencari restu untuk bersatu. Pingkan dan Matindas yang sedang resah karena akan berpisah.
Badai semakin jatuh cinta dan mengajak Kasih seterusnya menjadi bagian dari perjalanannya. Namun Kasih harus kembali. Ia memaknai rumah berbeda dengan bagaimana Badai memaknai rumah. Bunga terakhir pun dipersembahkan dengan harapan bahwa perpisahan tak akan abadi. Biarlah hanya cinta yang abadi.
Sebagai informasi, drama musikal ini merupakan kolaborasi PUN dengan Ari Tulang dan Sidi Saleh sebagai Sutradara dan Titien Wattimena sebagai Penulis Naskah, serta dibantu oleh Harry Goro sebagai Penata Musik. Acara ini juga akan menampilkan penampilan special “Bunga Terakhir” dari Bebi Romero dan PUNNERS.
Sumber:Akurat.co

Komentar
Posting Komentar