Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2018

Diduga Terseret Kasus Century

Gambar
Masyarakat Indonesia Perlu tau, sekarang indonesia di heboh oleh terkait dengan artikel yang berisi tentang hasil-hasil investigasi tentang kasus dibalik Bank Century hingga menjadi Bank Mutiara yang saat ini diasuh oleh J-Trust Bank oleh laman berita Asia Sentinel pada Senin (11/9) lalu. Dalam hasil investigasinya, terungkap adanya dugaan konspirasi pencurian uang negara. Media tersebut menyebutkan bahwa peristiwa itu sebagai “pencurian kleptokratis terbesar dalam sejarah Indonesia”. Artikel tersebut ditulis langsung oleh pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen. Dan sebanyak 30 pejabat diduga terseret dalam skema pencurian akbar tersebut, termasuk Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Legislator Mukhamad Misbakhu n turut berkomentar terhadap pemberitaan Asia Sentinel tersebut melalui akun medsosnya. Pejuang perpajakan tersebut terpantau AKURAT.CO pada Kamis (13/9) melalui linimasa twiternya @ MMisbakhun menuliskan, Semoga @KPK_RI masih punya ke...

Perkara dibalik Dalang Kasus Century

Gambar
Persoalan pencurian uang melalui Bank Century di Bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali mucul di permukaan setelah media daring Asia Sentinel mengungkap adanya konspirasi pencurian uang negara hingga USD 12 miliar tersebut. Dengan adanya artikel yang ditulis pendiri Asia Sentinel, John Berthelsen membuat Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief menyerang politikus Golkar Mukhammad Misbakhun. Dia menuding Misbakhun ada di belakang berita media asing, Asia Sentinel. Misbakhun   menegaskan tulisan di Asia Sentinel tidak sepenuhnya baru, karena sudah menjadi temuan audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Pansus Angket DPR 2009-2014. Sementara itu, terkait pihak yang mengkaitkan kasus Century dengan dirinya, Misbakhun mengatakan bahwa dirinya sama sekali tidak terkait dengan kasus Century sesuai hasil putusan pada tingkat  Peninjauan Kembali (PK) Mahkamah Agung. “Saya bebas murni pada tahun 2012. Di putusan PK ters...

Sasaran Hoaks Undangan Berkop surat

Gambar
Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun merasa menjadi sasaran berita hoaks. Penyebabnya adalah beredarnya undangan jumpa pers dalam bentuk PDF berkop Ratna Sarumpaet Crisis Center (RSCC) di ruang kerja anggota Fraksi Partai Golkar DPR,  terkait Ruben PS Marey yang konon menjadi korban pemblokiran rekening akibat kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani. Misbakhun menyatakan, dirinya tak pernah berhubungan dengan RSCC dalam bentuk apa pun. “Bahkan saya tidak tahu ada lembaga itu (RSCC, red),” ujarnya melalui pesan singkatnya kepada wartawan, Minggu (16/9). Legislator yang dikenal getol mendukung Presiden Jokowi itu menegaskan bahwa dirinya tidak pernah membuat kesepakatan dengan RSCC untuk memfasilitasi undangan jumpa pers di ruang kerjanya besok (17/9). Bahkan, Misbakhun sama sekali tak tahu subtansi masalah kasus pembekuan rekening yang disebutkan milik Ruben S Marey S.Sos dan kawan-kawan sebagaimana tertuli...

Siapakah yang salah dan siapa yang benar.

Gambar
Seorang Politik Golkar Mukhammad Misbakhun membantah tudingan wasekjen Demokrat Andi Arief yang menyebutkan dirinya dibalik artikel di situs mesia daring Asing Sentinel. Dalam artikel yang ditulis oleh sang pendiri Asia Sentinel John Berhelsen dan terdapat hasil cuplikan investigasi soal pencucian uang pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhyono (SBY) "Soal tuduhan yang disampaikan silahkan tanyakan ke  Andi Arief , kan dia yang melemparkan isu itu.silakhan dia yang membuktikan selama ini kan dia sukanya menuduh tanpa bukti yang jelas. Bicara soal jenderal kardus, bicara soal mahar politik semua isu yang dia lemparkan lenyap begitu saja tanpa bukti." kata Misbakhun dalam keterangan yang di terima AKURAT.co akamis (13/9) Pria Kelahiran Pasuruan ini mengaku dirinya tak punya kasus untuk menggerakkan media asing seperti yang di tuduhkan Andi" Memangnya saya ini siapa kok sampai dianggap bisa menggerakkan media asing untuk menulis soal century." tambahn...