Begini Jadinya kalau iPhone Diblender
![]() |
| Penelitian analisis kima pada iPhone setelah dihancurkan | METRO |
Para ilmuwan di Universitas Plymouth melakukan analisis kimia yang terkandung pada IPhone. Guna menganalisisnya, mereka harus menghancurkan IPhone dengan cara di-blender.
Penelitian ini merupakan bagian dari rencana untuk mendorong gerakan daur ulang sampah elektronik. Penelitian ini melihat berdasarkan setiap tahun terdapat 1,4 miliar ponsel yang diproduksi di seluruh dunia. Arjan Dijkstra, dosen petrologi mengatakan bahwa kini semua orang sangat tergantung dengan ponsel tapi tidak tahu apa yang terjadi setelahnya.
"Kami semakin bergantung pada ponsel kami, tetapi berapa banyak dari kita yang benar-benar berpikir apa yang ada di balik layar?," kata Arjan dikutip dari Metro, Senin (18/3).

Setelah IPhone dihancurkan, Arjan mengatakan dalam smartphone tersebut mengandung elemen langka seperti neodymium, praseodymium, gadolinium dan disprosium, belum lagi jumlah emas, perak dan elemen bernilai tinggi lainnya.
"Semua ini perlu ditambang dengan mengekstraksi bijih bernilai tinggi, yang menempatkan tekanan signifikan pada planet ini," tambahnya.
Selanjutnya, para peneliti mencampurnya dengan natrium peroksida - pengoksidasi kuat - pada suhu hampir 500C (932F). Mereka kemudian melakukan analisis terperinci dari larutan dalam asam untuk menentukan kandungan kimianya yang tepat.
![]() |
| IPhone Di Blender. METRO |
Hasil menunjukkan ponsel itu mengandung 33g zat besi, 13g silikon, dan 7g kromium, serta sejumlah kecil zat melimpah lainnya. Para peneliti mengatakan telepon itu juga menampilkan sejumlah 'elemen kritis' termasuk 900mg tungsten dan 70mg kobalt dan molibdenum, serta 160mg neodymium dan 30mg praseodymium.
Arjan juga mengungkapkan ponsel tersebut mengandung 90mg perak dan 36mg emas. Para ilmuwan mengatakan ini berarti bahwa untuk membuat satu ponsel, pekerja perlu menambang 10-15 kg bijih, termasuk 7 kg bijih emas bermutu tinggi, 1 kg bijih tembaga tipikal, 750 g bijih tungsten tipikal dan 200 g bijih nikel tipikal.
Sumber:Akurat.co


Komentar
Posting Komentar