Terdampak Kabut Asap, Sekolah di Jambi Libur Tiga Hari
![]() |
| Warga menembus kabut asap akibat kebakaran lahan gambut di Desa Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (6/9/2019). Ratusan hektare lahan gambut di kawasan Liang Anggang terbakar hingga mendekati permukiman penduduk di wilayah setempat. | ANTARA FOTO/Bayu Pratama S |
Wali Kota Jambi Syarif Fasha belum bisa memastikan batas waktu pemberlakukan libur selama tiga hari terhadap seluruh sekolah akibat Karhutla (Kebakaran hutan dan lahan).
"Hingga saat ini, sekitar 8.000 warga Jambi mengalami permasalahan gangguan pernapasan. Intinya, masih tentatif untuk pemberlakuan libur sekolah di Jambi," ujar Syarif usai pertemuan wali kota se-Indonesia di Kota Bogor, Senin (9/9/2019).
Sambung dia, sebelumnya pihaknya mengeluarkan surat edaran yang berisi tentang antisipasi dampak kabut asap. Untuk sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diliburkan selama tiga hari mulai dari tanggal 9-11 September 2019.
Lebih lanjut, untuk siswa Sekolah Dasar kelas satu sampai kelas empat diliburkan selama dua hari dari tanggal 9-10 September 2019.
"Dan untuk kelas lima dan enam dikurangi jam belajarnya, yakni masuk pukul 09.00 WIB dan pulang pukul 13.00 WIB pada hari Senin dan Selasa," jelas dia.
Diungkapkan Syarif, berdasarkan data Air Qualiity Monitoring System (AQMS), pengukuran konsentrasi partikulat menunjukkan kualitas udara di daerah Jambi kategori berbahaya.
"Atas alasan itulah Pemkot Jambi memutuskan untuk meliburkan anak sekolah," ujarnya.
Sumber:https://akurat.co/

Komentar
Posting Komentar