Lukisan Gombloh Bertopi Angka 2, Keluarga dan Fans Protes Sandiaga Uno


Pada Minggu (21/10), calon wakil presiden nomor 02 Sandiaga Uno berziarah ke makam musisi Gombloh di tempat pemakaman umum Tembok Surabaya, Jawa Timur. Di sana, dia mendoakan semoga lahir legenda-legenda baru di Indonesia seperti Gombloh, yang disebutnya sebagai pejuang ekonomi kreatif.

Ternyata, kegiatan Sandiaga Uno itu menuai protes dari fans dan keluarga karena dinilai bermuatan politis. Soalnya, di sana ada lukisan Gombloh mengenakan topi yang ditulisi angka 2. Angka 2 identik dengan nomor urut pasangan  Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Fans Gombloh, Cep Ocim, mengatakan dua hari setelah ziarah, Selasa (23/10), fans dan keluarga Gombloh berdiskusi di Sidoarjo.

"Kalau hanya sekadar ziarah kami senang, karena publik diingatkan dengan figur Gombloh melalui kunjungan Sandiaga ke makam Gombloh," ucapnya

"Diskusi untuk merespon pemberitaan di media tentang Sandiaga yang beberapa hari kemarin melakukan ziarah di makam Gombloh di Surabaya," Cep Ocim 

Cep Ocim bilang fans dan keluarga Gombloh kecewa. Nuansa politis yang mereka temukan adalah dalam lukisan yang menunjukkan Gombloh mengenakan topi bertulisan angka dua. 

"Itu tidak etis, karena Pak Sandiaga seolah-olah menggunakan nama besar Gombloh untuk kampanye,” katanya.

Cep Ocim mengatakan ziarah itu dilakukan bertepatan dengan tahun politik, dimana tokoh yang memiliki basis massa bisa dimanfaatkan untuk mendulang suara.

Pengurus komunitas Memories of Gombloh tidak menyoal Sandiaga Uno berziarah, tetapi yang mengusik adalah adanya lukisan Gombloh itu.

"Keluarga kaget ketika lukisan itu ada di lokasi makam,” ujar
 Cep Ocim.

"Keluarga dan fans Gombloh keberatan dengan lukisan tersebut, karena figur Gombloh secara tidak langsung dibawa-bawa sebagai media kampanye pilpres," kata Guruh Dimas Nugroho, koordinator Fans Gombloh, pada Kamis (25/10/18)

Salah satu anak Gombloh, Remy, mengatakan fans dan keluarga akan protes untuk meyakinkan masyarakat bahwa mereka tidak ada urusan dengan politik serrta tidak berafiliasi dengan tokoh tertentu.

“Kehidupan Gombloh beda zaman seperti kondisi perpolitikan masa kini,” ungkap Remy.

Soal protes terhadap lukisan itu, Ketua Harian Badan Pemenangan Provinsi Jawa Timur Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Anwar Sadad, tidak tahu menahu. Sadad mengatakan waktu itu timnya tidak membawa lukisan.

"Saya tidak tahu lukisan itu darimana. Sebenarnya tidak boleh. Tanya aja ke AH Thoni," kata dia.  AH Thoni adalah Sekretaris DPC Gerindra Surabaya. 

SUMBER : AKURAT.co
EDITOR : Achmad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Seks Tak Diberikan pada Anak, Akan Berdampak Seperti Apa?

Siapakah yang salah dan siapa yang benar.

Achmad Baiquni Tetap Dirut, Direksi BNI Dirombak