Batu Akik Kenangan Terakhir dari Bos Sebelum Meninggal Bersama Anak Istri

Malam hari sebelum penembakan yang menewaskan pengusaha Fransiskus Xaverius Ong (45) serta istri dan dua anaknya, keluarga ini berkumpul bersama para karyawan.

Owner CV. Fransitcom yang diduga bunuh diri setelah menembak mati istri dan anak-anaknya selama ini memang dikenal baik dengan semua orang, terutama karyawan. Malam itu, dia memberikan hadiah kepada karyawannya.

Salah satu karyawan bernama Dandi (18) mengatakan malam itu Fransiskus bercengkrama bersama karyawan di depan kantorn yang bersebelahan dengan rumah.

Fransiskus memberikan cincin batu akik berwarna putih ke Dandi pada waktu itu.

"Ini saya dikasih cincin batu akik, memang sering dikasih barang milik bapak. Karena beliau orangnya sangat baik, biasanya kalau sudah bosan, langsung dikasih ke kami," ujarnya, Rabu (24/10).


Saat mengobrol bersama, Dandi tidak melihat gelagat aneh dari Fransiskus. Sosok ramah dan murah senyum masih menghiasi.

Dandi yang tinggal berdekatan dengan rumah majikan kini merasa kehilangan.

"Beliau sangat baik, lebih dari keluarga. Kami merasa kehilangan, padahal semalam baru saja mengobrol. Tidak menyangka saja kalau pagi ini beliau sudah tidak ada," ujarnya.

Dandi mengetahui kematian tragis itu ketika akan berangkat mengantar saudara ke sekolah. Saat melewati rumah Fransiskus, Novitri, asisten rumah tangga korban langsung memanggilnya.


Saat itu sudah ada beberapa orang anggota polisi di rumah Fransiskus. Dia juga melihat jenasah majikannya dibawa anggota polisi ke luar rumah.

"Saya sudah dua tahun terakhir bekerja sebagai pengurus burung peliharaan bapak. Peristiwa ini membuat saya merasa kehilangan orang baik yang saya kenal," ujarnya.

Direktur Direktorat Kriminal dan Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Komisaris Besar Budi Suryanto mengakui adanya kertas berisikan tulisan "perpisahan" yang diduga ditulis sebelum terjadi penembakan.

“Tadi ada seperti itu (surat wasiat), tapi masih kami dalami,” kata Budi Suryanto.

Sekeluarga yang meninggal dunia karena tembakan senjata api terjadi di komplek Kebun Sirih, Bukit Sangkal Palembang,  terdiri dari Fransiskus Xaverius Ong (45) (suami), Margareth Yentin Liana (45), Raffael Fransiskus (18), dan Kathlyn Fransiskus (11).

Fransiskus Xaverius Ong diduga menembak dirinya sendiri setelah menghabisi istri dan kedua anaknya.

Pemilik CV. Fransincom menulis pesan terakhir pada dua lembar kertas yang diletakkannya di laptop di kamarnya. “Aku sudah sangat lelah, maafkan aku. Aku sangat sayang dengan anak dan istriku, Choky dan Snowy. Aku tidak sanggup meninggalkan mereka di dunia ini,” demikian isi tulisan itu.

Supir pribadi Fransiskus, Mustar (45), melihat surat tersebut, tetapi karena panik melihat jenazah bersimbah darah, dia tidak sempat membacanya.

“Ada dua lembar kertas yang ditulis tinta hitam. Tapi saya tidak melihatnya. Mungkin itu pesan terakhir bos saya sebelum meninggal dunia,” katanya.

Di grup Xav’92 WhatsApp, Fransiskus juga menulis pesan terakhir berisi permintaan maaf kepada teman-temannya.

“Maafkan aku teman-teman. Kenanglah kebaikanku saja. Jangan membicarakan kejelekanku, jalan kalian masih panjang,” kata dia.

Atin, salah satu teman Fransiskus, langsung merespon chatting supplier alat perkantoran itu. Alumni SMA Xaverius Palembang angkatan 1992 sempat bingung membaca pesan Fransiskus atau Amat.

“Ngomong apa kamu Mat jam 3 fajar,” kata dia. []


SUMBER : AKURAT.co
EDITOR : Achmad

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendidikan Seks Tak Diberikan pada Anak, Akan Berdampak Seperti Apa?

Siapakah yang salah dan siapa yang benar.

Achmad Baiquni Tetap Dirut, Direksi BNI Dirombak